Orang-orang terdahulu adalah orang yang memiliki sejarahnya masing-masing, lihat dari kisah nabi sejak Adam diturunkan kedunia hingga sekarang betapa orang yang punya kiprah terhadap hal-hal sosial dan kemasyarakatan dirinya dikenang sampai detik ini.
Lihat saja Nabi Muhammad sampai detik ini masih saja di nobatkan menjadi orang terbaik padahal jarak massanya sudah sekian lama. Begitu juga Thomas Alfa edison karena jasanya hingga saat ini bayak orang tahu dan namanya di catat dalam tinta emas peradaban. Belum lagi Umar bin Abdul Azis seorang pemimpin adil kalau boleh dimasukkan dalam Rekor Muri inilah pemimpin teradil sepanjang zaman untuk kategori orang bukan nabi. Perjalanan panjang sejarah menempatkan orang-orang yang mujtahid dan mujaddidlah yang menempati ruang hati orang-orang hebat, yang menjadi inspirator bagi lahirnya generasi baru yang bercita-cita untuk hidup mulia atau mati masuk syurga.
Semua orang punya sejarahnya masing-masing, tapi tak semua orang sejarahnya ditulis indah kemudian melahirkan inspirasi, lihat saja syeh imam syahid hasan Albana walaupun ujung kehidupannya di tiang gantungan tapi namanya harum buku-bukunya menjadi inspirasi pembaharu.
Yang menjadi pertanyaan adalah kita, sudah umur berapakah kita? Apa saja yang pernah kita lakukan agar kita bisa di kenang saat ajal menjelang ataukah hanya tujuh hari kita di doakan oleh anak dan tetangga kita, tidak ada illa hadroti khususon lagi. Tamatlah perjalanan, tutup buku, dan hilang ditelan bumi. Inikah pilihan kita.
Agama ini, bangsa ini membutuhkan pahlawan baru, bukan pahlawan sejarah, maka dari itu kata Ust. Anismata sudahkah ada naluri kepahlawaan pada dirikita, kalau tidak bagimana kita bisa jadi pengukir sejarah, mustahil kita ingin naik pesawat tapi tak pernah melihat pesawat, ngimpi kali yee....
Tapi semuanya belum terlambat masih banyak hal yang bisa kita lakukan menjadi Enterprenure muslim terbaik masih ada peluang, menjadi presiden negeri ini juga masih terbuka, menjadi menteri yang sukses menjalankan programnya juga masih terbuka lebar. Oleh karena itu kalau ada ilmu jadikanlah ilmu itu manfaat, karena sesungguhnya memang kebaikan itu juga menular, maka dari itu hal yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita membuat diri kita ini penemu sumber-sumber ilmu agar dapat di manfaatkan dan akhirnya kita bisa tersenyum melihat orang memanfaatkan penemuan kita itu.
Salam dari saya
Edi Prasetyo
http://azzamcom.blogspot.com
Memahami arti dari sebuah perjalanan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar